Langsung ke konten utama

Kenapa Harus Sinonim?

Tiba-tiba terfikir untuk mempertanyakan beberapa hal yang tidak penting untuk dibahas yaitu "Kenapa sinonim harus ada?". Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinonim adalah bentuk bahasa yg maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain.

Beberapa kata dalam bahasa memiliki makna yang sama namun memiliki tingkat "kesopanan" yang berbeda atau memiliki penempatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kalimat. Misalnya kata meninggal dan mati.

      - Ayahnya "meninggal" dua hari yang lalu
      - Ayahnya "mati" dua hari yang lalu.

Dengan contoh di atas, maka sinonim dengan tingkat kesesuaian yang tepat menjadi perlu untuk diperhatikan. Namun, untuk sinonim yang memiliki makna dan tingkat penggunaan yang sama, maka apakah sebenarnya perlu akan adanya 2 atau lebih kata yang sama? Contohnya adalah:

       - Aku "bisa" memenangkan perlombaan itu.
       - Aku "dapat" memenangkan perlombaan itu.

Kedua kata di atas memiliki sinonim yang jika digantikan antara satu dan lainnya, maka tidak akan merubah apapun dari makna kalimat secara keseluruhan.

Jika melihat dari sejarah terbentuknya kata, kemungkinan terdapat kata dengan makna yang sama disebabkan karena adanya kebutuhan mengakomodir keberagaman suku yang ada di Indonesia. Namun saya sebagai orang yang berlatar belakang ekonomi, selalu melihat dari segi "untung" dan "rugi". Ketika saat ini terdapat banyak kata yang memiliki makna dan tingkat penggunaan yang sama, maka akan terasa useless.

Untuk sinonim yang memiliki makna sama namun "tingkat kesopanan" yang berbeda, i agree with their existing. Tapi untuk sinonim yang memiliki makna dan tingkat penggunaan yang sama, maka sebaiknya itu ditake out dari bahasa. ha3.

Disclaimer:
- Tulisan ini dibuat tanpa kajian lebih dalam terlebih dahulu
- Penulis hanya iseng dan pada dasarnya tetap menjunjung tinggi Bahasa Persatuan,Bahasa Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perubahan oleh Insider dan Outsider

Beberapa hari yang lalu gw dapat tugas dari kampus untuk ngereview Jurnal tentang “ Who Change Course? The Role of Domain Knowledge and Novel Framing in Making Technology Changes ” dari sudut pandang Change Organization. Personally, gw tertarik dengar artikel ini karena this case is often happened around us. Dari Jurnal tersebut , disampaikan mengenai bagaimana pengaruh Insider dan Outsider terhadap perubahan. Insider merupakan SDM internal perusahaan yang memiliki pemahaman sangat baik terhadap kondisi perusahaan baik dari sisi strength maupun weakness sedangkan outsider merupakan pihak eksternal yang memiliki perspektif berbeda dan pengalaman berbeda dari perusahaan itu sendiri. Insider orang yang mengetahui lebih baik kondisi perusahaan tentu akan mengetahui perubahan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki perusahaan. Sedangkan insider, orang yang memiliki perspektif berbeda tentu akan memiliki cara pandang yang lebih banyak dibandingkan dengan insider dalam melaku...

Inside & Outside the Box

Apakah lu pernah jadi saksi atau pelaku dari suatu pemecahan masalah dengan cara berfikir baru dan berbeda dari pada umumnya? Apakah lu berfikir ini merupakan salah satu contoh pemikiran " Think Outside The Box" ? Jika lu menjawab pertanyaan kedua dengan "Ya", berarti kita teammate yang perlu membaca buku Inside The Box karya Drew Boyd & Jacob Goldenberg". Setelah gw membaca buku tersebut, sepertinya gw harus melakukan redefinisi tentang " Think Outside the Box ". Konsep Think Outside the Box sepertinya merupakan tagline dari aktivitas apapun yang akan mengarah pada bagaimana kita akan berfikir secara lebih kreatif. Pada buku ini, ia menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kreativitas, maka melatih berfikir Inside the Box dapat menjadi salah satu cara yang sangat efektif. Selain itu akan dijelaskan mengenai perbedaan antara Think Outside the Box dibandingkan Inside the Box. Dengan kombinasi penulis yang berasal dari background berbeda, akadem...

On The Spot

Jika mengetik title di atas pada kotak ajaib nyata nya Larry Page dan Sergey Brin (Doraemon Nyata) maka semua search engine optimezer (SEO) yang ada akan mengarah pada tulisan-tulisan yang berkaitan dengan acara On The Spot nya Trans7. Sebenarnya istilah OTS (On The Spot) sih familiar juga dengan perbankan, yaitu aktivitaas orang kredit saat mendatangi debitur. Tapi pada tulisan ini On The Spot yang dimaksud bukan OTSnya orang bank yang pengen mastiin bahwa uang mereka tidak dipake aneh-aneh (baca: nikah lagi) oleh debitur, tapi pengen ngebahas tentang On The Spotnya Trans7. Sebelum Barney dan Porter perlu berdebat mana yang lebih penting antara Resources Based View (RBV) atau Market Based View (MBV), mereka sekarang harusnya datang ke Indonesia untuk ngeliatin fenomena On The Spot ini. Mungkin dalam dunia strategi, mereka mungkin bisa jalan sambil mengangkat sedikit dagunya untuk menyombongkan teori mereka masing-masing yang telah menjadi 2 mahzab terbesar dalam dunia manajemen....