Langsung ke konten utama

Sun Education Expo

Agenda hari ini 10 Mei 2015 adalah mengunjungi Sun Education expo yang diadakan di Le Meriden Hotel, Jakarta. Secara pribadi, ini adalah kali ketiga mengikuti acara serupa yaitu acara expo universitas-universitas dari luar negeri. Dibandingkan dengan acara sebelumnya, Expo pendidikan kali ini diikuti peserta yang lebih banyak yaitu ± 30 Universitas dari Beberapa Negara seperti Inggris, Belanda, Singapura, Australia, Malaysia, dan lain-lain.

Pada dasarnya, jika sudah mengetahui minat, jurusan, dan Universitas tujuan yang kita inginkan, kita tidak perlu lagi mendatangi acara-acara seperti ini. Karena, informasi yang diperlukan jauh lebih lengkap saat mengeksplor website universitas tersebut. Tapi jika kita masih minim persiapan dan ingin tahu gambaran umum dari beberapa refrensi universitas, maka mengunjungi acara ini menjadi sesuatu yang penting dan menarik.

Dari beberapa booth yang ada, terdapat 2 universitas yang membuat saya pribadi cukup tertarik yaitu University of Amsterdam dan University of Southampton. Sebagai universitas terbaik di belanda dan peringkat ke 50 di dunia (versi QS Universities), University of Amsterdam merupakan salah satu universitas yang highly recommended bagi orang-orang yang ingin melanjutkan kuliah di negeri kincir angin. Namun, rasa ketidakpuasan muncul dikarenakan tidak ada perwakilan resmi dari universitas tersebut yang hadir pada acara ini. Informasi-informasi yang diperlukan disampaikan oleh para alumnus-alumnusnya. Kemudian universitas kedua yang cukup menjadi perhatian adalah University of Southampton. Dari penjelasan yang diberikan si narasumber, deskripsi akan lingkungan kota southampton membuat saya bisa berimajinasi mengenai nyamannya melanjutkan studi di universitas tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perubahan oleh Insider dan Outsider

Beberapa hari yang lalu gw dapat tugas dari kampus untuk ngereview Jurnal tentang “ Who Change Course? The Role of Domain Knowledge and Novel Framing in Making Technology Changes ” dari sudut pandang Change Organization. Personally, gw tertarik dengar artikel ini karena this case is often happened around us. Dari Jurnal tersebut , disampaikan mengenai bagaimana pengaruh Insider dan Outsider terhadap perubahan. Insider merupakan SDM internal perusahaan yang memiliki pemahaman sangat baik terhadap kondisi perusahaan baik dari sisi strength maupun weakness sedangkan outsider merupakan pihak eksternal yang memiliki perspektif berbeda dan pengalaman berbeda dari perusahaan itu sendiri. Insider orang yang mengetahui lebih baik kondisi perusahaan tentu akan mengetahui perubahan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki perusahaan. Sedangkan insider, orang yang memiliki perspektif berbeda tentu akan memiliki cara pandang yang lebih banyak dibandingkan dengan insider dalam melaku...

Inside & Outside the Box

Apakah lu pernah jadi saksi atau pelaku dari suatu pemecahan masalah dengan cara berfikir baru dan berbeda dari pada umumnya? Apakah lu berfikir ini merupakan salah satu contoh pemikiran " Think Outside The Box" ? Jika lu menjawab pertanyaan kedua dengan "Ya", berarti kita teammate yang perlu membaca buku Inside The Box karya Drew Boyd & Jacob Goldenberg". Setelah gw membaca buku tersebut, sepertinya gw harus melakukan redefinisi tentang " Think Outside the Box ". Konsep Think Outside the Box sepertinya merupakan tagline dari aktivitas apapun yang akan mengarah pada bagaimana kita akan berfikir secara lebih kreatif. Pada buku ini, ia menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kreativitas, maka melatih berfikir Inside the Box dapat menjadi salah satu cara yang sangat efektif. Selain itu akan dijelaskan mengenai perbedaan antara Think Outside the Box dibandingkan Inside the Box. Dengan kombinasi penulis yang berasal dari background berbeda, akadem...

On The Spot

Jika mengetik title di atas pada kotak ajaib nyata nya Larry Page dan Sergey Brin (Doraemon Nyata) maka semua search engine optimezer (SEO) yang ada akan mengarah pada tulisan-tulisan yang berkaitan dengan acara On The Spot nya Trans7. Sebenarnya istilah OTS (On The Spot) sih familiar juga dengan perbankan, yaitu aktivitaas orang kredit saat mendatangi debitur. Tapi pada tulisan ini On The Spot yang dimaksud bukan OTSnya orang bank yang pengen mastiin bahwa uang mereka tidak dipake aneh-aneh (baca: nikah lagi) oleh debitur, tapi pengen ngebahas tentang On The Spotnya Trans7. Sebelum Barney dan Porter perlu berdebat mana yang lebih penting antara Resources Based View (RBV) atau Market Based View (MBV), mereka sekarang harusnya datang ke Indonesia untuk ngeliatin fenomena On The Spot ini. Mungkin dalam dunia strategi, mereka mungkin bisa jalan sambil mengangkat sedikit dagunya untuk menyombongkan teori mereka masing-masing yang telah menjadi 2 mahzab terbesar dalam dunia manajemen....